Jambi – Memasuki dua periode kepemimpinan Haris-Sani, belum ada pembangunan dan pemulihan ekonomi yang signifikan dilakukan Pemprov Jambi.

Bahkan, pengamat kebijakan pemerintah, Afrizal mengatakan, pada periode kedua era kepemimpinan Haris, banyak permasalahan yang terjadi di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi.

“Bukan pembangunan, melainkan banyak hal yang mencoreng nama Jambi terjadi pada periode kedua ini. Semua Amburadul dan makin parah. Seperti pejabat teras yang tersandung korupsi dan adanya dugaan gubernur ikut serta dalam lingkaran korupsi DAK Pendidikan di Disdik Provinsi Jambi,” ungkap Afrizal.

Selain itu, Afrizal juga menyoroti adanya simpang siur informasi dalam menangani kasus kebobolan Bank Jambi. Dikatakan dia, hingga saat ini pemerintah daerah maupun manajemen Bank Jambi tidak pernah merilis data nasabah yang menjadi korban.

“Kasus Bank Jambi yang masih menimbulkan tanda tanya besar publik, apakah benar total uang nasabah yang hilang ulah hacker hingga ratusan miliar rupiah? Kita mau lihat data nama nama nasabah nya. Ini saya duga ada permainan penguasa dan manajemen Bank Jambi sendiri,” tuturnya.

Terbaru, permasalahan yang saat ini menyita perhatian publik Jambi yakni adanya dugaan Intimidasi kepada masyarakat dan pemalsuan dokumen HPL oleh Pemprov Jambi.

“Dari banyak masalah yang ada, ini yang paling krusial. Pemprov Jambi telah melakukan Intimidasi dan fitnah masyarakat korupsi. Tak hanya itu, dugaan pemalsuan dokumen HPL yang dilakukan Pemprov Jambi, merupakan Kejahatan luar biasa,” ungkap Afrizal.

Lebih lanjut dirinya meminta kepada Pemprov Jambi untuk segera memberikan klarifikasi terkait adanya dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen HPL.