Jambi – Kabar adik kandung Wali Kota Jambi Maulana, yang diduga sebagai pengendali tunggal pada proyek APBD, langsung menyita perhatian berbagai pihak.
Pengamat kebijakan pemerintah, Afrizal, menyebut apa yang terjadi di lingkungan Pemerintah Kota Jambi saat ini adalah hal yang lumrah dialami hampir seluruh daerah.
“Saleh ini adik kandung Maulana, sang kakak seorang wali kota dan adiknya yang atur semua kegiatan di Pemkot Jambi. Ini hal lumrah, saya lihat ini juga terjadi di daerah lainnya. Ada kerabat dan saudara sang kepala daerah pasti melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Saleh,” ungkap Afrizal.
Namun, kata dia, menunjuk saudara untuk mengatur semua proyek besar di Kota Jambi adalah hal yang salah dilakukan seorang Maulana. Seharusnya sebagai wali kota, Maulana tidak pernah melibatkan orang luar.
“Jika benar Saleh diminta langsung oleh Maulana, bearti ada upaya korporasi. Apalagi benar ada permintaan fee hingga 13 persen ke kontraktor. Ini sungguh memalukan, dan penyalahgunaan wewenang telah terjadi di Pemkot Jambi,” cetusnya.
Lebih lanjut dirinya meminta kepada Wali Kota Jambi, Maulana untuk menjelaskan kepada publik terkait kabar adanya dugaan permintaan fee proyek dan melibatkan saudara dalam atur proyek pemerintah.
“Publik menunggu keterangan resmi dari Wali Kota Maulana, apakah benar Saleh ikut serta dalam pengaturan penentu pemenang proyek proyek besar Kota Jambi,” tukasnya.
Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kota Jambi maupun Wali Kota Maulana terkait hal tersebut.
Catatan Redaksi (Hak Jawab & UU Pers):
Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Pasal 5 ayat (2) dan (3), redaksi memberikan ruang terbuka seluas-luasnya bagi Pemerintah Kota Jambi untuk menanggapi setiap kajian kritis yang dilemparkan oleh kelompok masyarakat sipil demi menjaga keberimbangan informasi (cover both sides).




Tinggalkan Balasan