Jambi – Masyarakat Kota Jambi menyoroti adanya kerabat dan keluarga dekat dari Wali Kota Maulana, yang diduga ikut dilibatkan dalam urusan pemerintahan.
Herman, Tokoh Masyarakat Kota Jambi, mengatakan bahwa adanya orang diluar pemerintahan yang ikut mengatur hal penting di Pemkot Jambi, merupakan ketidaksanggupan Maulana dalam memimpin.
“Mengapa adik kandung Maulana yang atur semua kegiatan atau proyek APBD. Kalau begitu biar Saleh saja yang jadi Wali Kota Jambi. Inikah bentuk ketidaksanggupan Maulana jadi pemimpin,” ungkap Herman, Sabtu (30/05/2026).
Dirinya menilai, Pemerintah Kota Jambi di era kepemimpinan Maulana terdapat sejumlah kebijakan Wali Kota yang tertolak belakang dengan masyarakat. Selain itu, adanya monopoli keluarga besar BH 1 AZ pada proyek proyek tertentu.
“Baru di era Maulana masyarakat berteriak masalah sampah, dan juga terjadi monopoli keluarga besar Wali Kota pada proyek APBD seperti pengadaan makan minum, pengadaan BBM dan banyak lagi,” bebernya.
Sebagaimana diketahui, pada saat ini Pemkot Jambi tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya beredar kabar bahwa adik kandung Wali Kota Maulana, menjadi penentu pemenang proyek proyek besar Kota Jambi.
Nama Saleh, memang telah buming sejak tahun pertama Maulana menjabat Wali Kota Jambi. Namun perannya tidak begitu tampak dikalangan pejabat Pemkot Jambi.
Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari Pemkot Jambi maupun Saleh. Upaya konfirmasi masuk terus dilakukan guna mencari kebenaran kabar tersebut.
Catatan Redaksi (Hak Jawab & UU Pers):
Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Pasal 5 ayat (2) dan (3), redaksi memberikan ruang terbuka seluas-luasnya bagi Pemerintah Kota Jambi maupun Saleh untuk menanggapi setiap kajian kritis yang dilemparkan oleh kelompok masyarakat sipil demi menjaga keberimbangan informasi (cover both sides).



