PEMAYUNG, BUNGO — Masyarakat Desa Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, mendadak gempar. Ketenangan wilayah yang biasanya relatif aman itu pecah setelah warga menemukan sesosok mayat pria yang tergeletak misterius pada Sabtu (23/5/2026).
Kabar penemuan jasad tersebut langsung menyebar cepat. Dalam hitungan menit, ratusan warga yang penasaran berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian untuk melihat langsung kondisi korban, hingga membuat area sekitar dipenuhi kerumunan massa.
Aparat kepolisian dari Polres Bungo dan Polsek setempat langsung bergerak cepat mengamankan lokasi guna meredam kepanikan warga. Polisi segera memasang garis polisi (police line) dan melaksanakan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara intensif untuk mengumpulkan bukti-bukti primer di lapangan.
Identitas dan Penyebab Kematian Masih Kabur.
Hingga naskah berita ini naik cetak, tabir misteri di balik penemuan mayat tersebut masih belum terkuak. Korban ditemukan tanpa mengantongi dokumen identitas resmi yang melekat pada tubuhnya. Polisi juga belum bisa menyimpulkan apakah pria tersebut merupakan korban tindak pidana pembunuhan atau akibat hal lain.
“Kami masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi penemuan,” ujar sumber di kepolisian. Petugas di lapangan fokus mencari petunjuk awal, termasuk memeriksa barangkali ada warga sekitar yang merasa kehilangan anggota keluarganya dalam beberapa hari terakhir.
Hantu Masa Lalu Tanah Sepenggal
Peristiwa ini kembali memantik ingatan kolektif publik Bungo. Kasus penemuan mayat di wilayah Kecamatan Tanah Sepenggal bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, kasus serupa di kecamatan yang sama sempat menyita perhatian luas masyarakat dan menjadi sorotan tajam di media massa.
Kembalinya teror penemuan mayat ini membuat warga Empelu dicekam kecemasan. “Kami sangat terkejut. Wilayah kami ini biasanya aman dan tenang-tenang saja, tidak pernah ada kejadian aneh seperti ini,” kata salah seorang warga di lokasi evakuasi.
Jasad pria malang tersebut kini telah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk menjalani proses autopsi dan identifikasi medis (Inafis). Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan mendalam akan terus digulirkan secara maraton demi mengungkap identitas asli korban serta mencari tahu penyebab pasti kematiannya.



